Thursday, January 14, 2021

Mengenal lebih dekat Syekh Ali Jaber




Syekh Ali Jaber adalah seorang Pendakwah dan Ulama asal Madinah yang berkewarganegaraan Indonesia.


Pria bernama asli Ali Saleh Mohammed Ali Jaber ini lahir di Madinah, Arab Saudi pada 3 Februari 1976 atau bertepatan dengan tanggal 3 Shafar 1396 H.


Syekh Ali Jaber menjalani pendidikan formal dari ibtidaiyah hingga Aliyah di Madinah.


Sejak kecil, dia telah mendapatkan bimbingan agama dari Ayahnya.


Ayahnya yang seorang penceramah mengharapkan Ali Jaber sebagai anak pertama bisa mengikuti jejaknya.


Semasa kecil, Syekh Ali Jaber telah belajar Alquran dan merasa punya tanggung jawab atas cita-cita ayahnya.


Menariknya, di usia 10 tahun, Syekh Ali Jaber sudah mampu menghapal 30 juz Alquran


Bahkan di umur 13 tahun, Syekh Ali mendapat amanah untuk menjadi imam di salah satu Masjid Kota Madinah.


Selama belajar agama, Syekh Ali Jaber rutin mengajar dan berdakwah.


Ia juga aktif sebagai guru hafalan Alquran di Masjid Nabawi.


Setelah lulus sekolah menengah, Syekh Ali Jaber melanjutkan pendidikan khusus pendalaman Alquran pada tokoh dan ulama ternama di Arab Saudi

   


Syekh Ali Jaber mulai berdakwah di Indonesia pada tahun 2008 dan resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada 2012.


Pada 2008, Syekh Ali Jaber menikah dengan Umi Nadia, wanita asal Lombok, Nusa Tenggara Barat. Keduanya dikaruniai seorang anak yang diberi nama Hasan.


Saat di Lombok, Syekh Ali Jaber menjadi guru hafalan Alquran, Imam salat, dan khatib di Masjid Agung Al-Muttaqin Cakranegara Lombok, Indonesia.


Karier dakwahnya berlanjut saat ia diminta menjadi Imam salat tarawih di Masjid Sudan Kelapa, Menteng, Jakarta.


Ia juga menjadi pembimbing tadarus Alquran dan imam salat Ied di Masjid Sunda kelapa, Menteng, Jakarta.


Kehadiran Syekh Ali Jaber disambutan baik oleh masyarakat Indonesia karena dakwahnya yang menyejukkan, penyampaiannya sangat rinci dilengkapi dengan ayat-ayat Alquran dan hadis.


Syekh Ali Jaber mulai sering dipanggil keliling Indonesia untuk syiar Islam.


Syekh Ali Jaber sempat menjadi juri pada Hafiz Indonesia dan menjadi Da'i dalam berbagai kajian di beberapa stasiun televisi nasional.


انا لله و انا اليه راجعون


Allohummaghfirlahu warhamhu wa aafihi wa'fuanhu.

Beliau orang baik, Insyaa Allah almarhum akan mendapatkan surga yang terbaik...

Semoga Allah mengabulkan doa dari kami untuk almarhum. Aamiiin Ya Mujibussailin.

Monday, January 11, 2021

Sejarah Umat Islam Di Indonesia Yang Kini Jadi Agama Terbesar Yang Dianut Oleh Bangsa Indonesia




Islam menjadi agama terbesar yang dianut oleh bangsa Indonesia. Pertumbuhannya begitu cepat dan masif. Bahkan, Indonesia menempati urutan pertama sebagai negara Islam terbesar di dunia.

Lalu bagaimana Islam pertama kali masuk ke Indonesia dan menyebar dengan begitu pesat?

Ada beberapa teori perkembangan Islam di Indonesia yang dikemukakan oleh ahli. Teori yang paling populer adalah teori Gujarat, Persia, dan Arab.

1. Teori Gujarat

Teori masuknya Islam dari Gujarat India ini dikemukakan oleh peneliti di Belanda, seperti Pijnappel, Snouck Hurgronje dan Moquette.

Berdasarkan teori ini diceritakan bahwa orang-orang Islam di Arab melakukan perjalanan ke Gujarat India. Di sana, Islam mazhab Syafi'i berkembang diajakan oleh orang-orang ini.

Lalu, orang-orang dari Gujarat membawanya ke Indonesia.Orang Gujarat sebelumnya telah memiliki hubungan dagang dengan Nusantara, sehingga Islam pun sedikit demi sedikit menyebar diantara kaum pedagang.Inilah mengapa mazhab di Indonesia dan Gujarat memiliki kesamaan yaitu mazhab Syafi'i.

Sementara itu, Moquetta menuliskan bahwa masuknya Islam dari Gujarat ini diperkuat dengan adanya batu nisan milik Sultan Malik Al-Saleh di Pasai. Batu nisan model serupa juga ditemukan di Semenanjung Malaya, dan Gresik.Batu nisan ini memiliki kesamaan dengan batu nisan yang terdapat di Kambay Gujarat.

2. Teori Mekkah

Teori ini menyebutkan bahwa Islam masjuk ke Indonesia pada abad pertama Hijriah atau abad ke-7 Masehi.

Ulama Buya Hamka mengemukakan bahwa Islam berasal dari tanah Arab atau Mesir yang dibawa para kaum musafir oleh kaum Sufi.

Kaum Sufi ini pernah diungkapkan oeh A. H Johns bahwa mereka sering mengembara ke temat-tempat di dunia untuk mendirikan kumpulan atau tarekat.

Buya menuliskan dalam bukunya Membongkar Kejumudan: Menjawab Tuduhan-Tuduhan Salafi Wahhabi, bahwa Gujarat hanyalah tempat singgah sementaa para pedagang Arab sebelum masuk ke Indonesia.

3. Teori Persia

P.A. Hosein Djajadiningrat mengemukakan teori datangnya Islam dari Persia ini karena banyaknya persamaan budaya Islam antara Indonesia dengan Persia.

Peringatan Assyura arau 10 Muharram untuk memperinhati syahidnya Huesein ini terdaat di kedua negara.

Penggunaan ejaan membaca huruf Arab antara orang Persia dan Indonesia pun memiliki kemiripan.

Selain itu, ajaran Syaikh Siti Jenar dengan ajaran Sufi Iran Al-Hallaj juga memiliki kesamaan yang berkembang dalam bentuk puisi.

Teori ini juga menunjukkan bahwa Islam Persia mempengaruhi perkembangan mazhab Syafi'i yang dianut umat muslim Nusantara.

4. Teori Muslim China

Selain ketiga teori di atas, ada pula teori sejarah masuknya Islam di Indonesia yang berasal dari umat muslim China.

Menyadur dari NU Online, teori ini dikemukakan oleh Slamet Mulyana dan Sumanto Al-Qurtuby,

"Ini bukan teori saya tapi ditulis oleh salah satu profesor Indonesia yang sekarang mengajar di Saudi yaitu Profesor Al Qurtuby," kata Budy Sugandi yang saat itu tengah menjadi kandidat Doktor di Southwest University, China.

Budy menjelaskan, pedagang Muslim China datang dan menetap di Indonesia melalui Palembang pada abad ke-9.

Para pedagang China ini kemudian menjalin perkawinan dengan warga setempat.

Hingga terjadi perkawinan seorang perempuan China dengan Raja Brawijaya V yang kemudian melahirkan anak bernama Jin Bun atau yang lebih dikenal sebagai Raden Patah. Raja pertama Kesultanan Demak.

Sumber: https://www.suara.com/news/2020/04/29/165323/sejarah-masuknya-islam-di-indonesia?page=all

Mengenang Ikrar Sumpah Pemuda




 JAKARTA – Tepat 92 tahun yang lalu, para pemuda Indonesia mengucapkan ikrarnya. Ikrar untuk bertumpah darah, berbahasa, dan berbangsa Indonesia. Ikrar tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaannya. Ikrar tersebut kini diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda.

Sumpah Pemuda merupakan salah satu pencetus atau tonggak yang membakar persatuan serta semangat golongan-golongan muda dalam mewujudkan kemerdekaan Republik Indonesia. Sumpah Pemuda diperingati setiap tanggal 28 Oktober. Sebab, pada 28 Oktober 1928, para pemuda Indonesia bersepakat untuk mengucap sumpahnya.

Adapun isi sumpah tersebut yakni sebagai berikut :

Pertama:

Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.

 

Kedoea:

Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.

 

Ketiga:

Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Lantas, bagaimana sejarah tercetusnya Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928? Berikut ulasan singkat Okezone sebelum tercetusnya Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928, merujuk berbagai sumber.

Sumpah Pemuda merupakan hasil dari rumusan dalam Kongres Pemuda II Indonesia. Kongres itu merupakan pertemuan besar pada 1928 yang dihadiri para pelajar dari seluruh wilayah Nusantara yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI).

Kongres Pemuda II digelar tiga sesi di tiga tempat berbeda. Organisasi kepemudaan yang hadir saat itu di antaranya Jong Java, Jong Batak, Jong Ambon, dan Jong Islamieten Bond.

Sesi pertama dilakukan pada 27 Oktober 1928 di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB) yang sekarang bernama Lapangan Banteng. Ketua PPPI, Sugondo Djojopuspito dalam sambutannya saat itu berharap Kongres Pemuda II diharapkan dapat mempererat semangat persatuan di antara para pemuda.

Sesi kedua digelar pada 28 Oktober 1928 di Gedung Oost-Java Bioscoop. Dalam sesi itu dibahas masalah pendidikan di mana yang sangat penting untuk anak.

Sesi ketiga yang merupakan sesi penutup digelar di Gedung Indonesische Clubgebouw di Jalan Kramat Raya 106. Saat itu, rumusan Sumpah Pemuda terlahir.

Adalah Moehammad Yamin yang merumuskan Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda dibacakan oleh Soegondo saat kegiatan penutupan dan dijelaskan secara panjang lebar oleh Yamin.

Saat itu tidak ada istilah Sumpah Pemuda. Tapi, istilah itu lahir setelah kegiatan itu selesai. Hingga kini, istilah Sumpah Pemuda begitu melekat dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Setelah Sumpah Pemuda lahir, para pemuda dan bangsa Indonesia secara umum akhirnya memiliki semangat kebersamaan untuk berjuang melawan penjajah. Mereka tak lagi sendiri-sendiri melawan penjajah. Hingga akhirnya, Indonesia benar-benar merdeka pada 17 Agustus 1945.


Baca juga : https://nasional.okezone.com/read/2020/10/28/337/2300616/sejarah-tercetusnya-sumpah-pemuda-28-oktober?page=2

Tuesday, August 11, 2020

Demang Lehman

 


KISAH PANGLIMA PERANG DI KUBUR TAMPA KEPALA.


Demang Lehman (1832 - 27 Februari 1864), tokoh perang Banjar saat di tahanan Belanda. Ditangkap saat beliau selesai melakukan salat Subuh dan dalam keadaan tidak bersenjata


Beliau sempat sendirian melawan puluhan orang yang mengepungnya, namun akhirnya kalah dan akhirnya dihukum gantung pada 27 Februari 1864 pada usia 32 tahun.


Setelah meninggal, kepala beliau dipenggal oleh Belanda dan dibawa oleh Konservator Rijksmuseum van Volkenkunde Leiden.


Kepala Demang Lehman disimpan di Museum Leiden di Belanda sampai hari ini (Agustus 2020 ), sehingga jasad almarhum dimakamkan tanpa kepala.


Demang Lehman adalah salah seorang panglima perang dalam Perang Banjar. Dia terlahir dengan nama Indies.

Gelar Kiai Demang merupakan gelar untuk pejabat yang memegang sebuah lalawangan (distrik) di Kesultanan Banjar.


 Demang Lehman semula merupakan seorang panakawan (ajudan) dari Pangeran Hidayatullah II sejak tahun 1857. Oleh karena kesetiaan dan kecakapannya dan besarnya jasa sebagai panakawan dari Pangeran Hidayatullah II, dia diangkat menjadi Kiai sebagai lalawangan/kepala Distrik Riam Kanan (tanah lungguh Pg. Hidayatullah II). Demang Lehman memegang pusaka kasultanan Banjar yaitu Keris Singkir dan sebuah tombak bernama Kalibelah yang berasal dari Sumbawa.


Pada awal tahun 1859 Nyai Ratu Komala Sari, permaisuri almarhum Sultan Adam, telah menyerahkan surat kepada Pangeran Hidayatullah II, bahwa kesultanan Banjar diserahkan kepadanya, sesuai dengan surat wasiat Sultan Adam. Selanjutnya Pangeran Hidayat mengadakan rapat-rapat untuk menyusun kekuatan dan memberi bantuan kepada Tumenggung Jalil (Kiai Adipati Anom Dinding Raja) berupa 20 pucuk senapan. Sementara itu Pangeran Antasari dan Demang Lehman mendapat tugas yang lebih berat yaitu mengerahkan kekuatan dengan menghubungi Tumenggung Surapati dan Pembakal Sulil di daerah Barito (Tanah Dusun), Kiai Langlang dan Haji Buyasin di daerah Tanah Laut.


Perlawanan rakyat terhadap Belanda berkobar di daerah-daerah di bawah pimpinan Pangeran Antasari yang berahsil menghimpun pasukan sebanyak 3.000 orang dan menyerbu pos-pos Belanda. Pos-pos Belanda di Martapura dan Pengaron diserang oleh pasukan Antasri pada tanggal 28 April 1859. Di samping itu, kawan-kawan seperjuangan Pangeran Antasari juga telah mengadakan penyerangan terhadap pasukan-pasukan Belanda yang dijumpai. Pada saat pangeran Antasari mengepung benteng Belanda di Pengaron, Kiai Demang Leman dengan pasukannya telah bergerak disekitar Riam Kiwa dan mengancam benteng Belanda di Pengaron. Bersama-sama dengan Haji Nasrun pada tanggal 30 Juni 1859, kiai Demang Leman menyerbu pos Belanda yang berada di istana Martapura. Dalam bulan Agustus 1859 bersama Haji Buyasin dan Kiai Langlang, Kiai Demang Leman berhasil merebut benteng Belanda di Tabanio.


Pada tanggal 27 September 1859 pertempuran terjadi juga di benteng Gunung Lawak yang dipertahankan oleh Kiai Demang Leman dan kawan-kawan. Dalam pertempuran ini kekuatan pasukan Kiai Demang Leman ternyata lebih kecil dibandingkan dengan kekuatan musuh sehingga ia terpaksa mengundurkan diri. Karena rakyat berkali-kali melakukan penyerangan gerilya, Belanda setalah beberapa waktu lamanya menduduki benteng tersebut, kemudian merusak dan meninggalkannya. Sewaktu meninggalkan benteng, pasukan Belanda mendapat serangan dari pasukan Kiai Demang Leman yang masih aktif melakukan perang gerilya di daerah sekitarnya.


Bulan April 1859 

Pada awal Perang Banjar yaitu sekitar akhir bulan April 1859 Demang Lehman memimpin kekuatan dan penggempuran di sekitar Martapura dan Tanah Laut, bersama-sama Kiai Langlang dan Penghulu Haji Buyasin. Selanjutnya Demang Lehman diperintahkan mempertahankan kota Martapura, karena pusat pemerintahan Kerajaan oleh Pangeran Hidayat dipindahkan ke kota Karang Intan. Bersama-sama Pangeran Antasari, Demang Lehman menempatkan pasukan di sekitar Masjid Martapura dengan kekuatan 500 orang dan sekitar 300 orang di sekitar Keraton Bumi Selamat.

Thursday, July 30, 2020

GANYANG MALAYSIA/GANJANG MALAYSIA


Malaysia adalah bahaja, mebahajai, bahagia, Revolusi Indonesia. Karena itu maka kitaserempak seia-sekata, Malaysia harus kita ganjang habis-habisan.

Begitulah isi pidato Soekarno pada 28 April 1964 kompilasi sedang diadakannya sidang Komando Operasi Tertinggi (KOTI) di Istana Merdeka, di mana KOTI didirikan pada tanggal 19 Juli 1963. KOTI mendukung tugas utama yaitu operasi pengamanan terhadap pelaksanaan program pemerintah pada umumnya, khusus dibidang konfrontasi terhadap tidak-tidak kolonialisme, atau imperialisme dalam membantu menifestasi serta pengamanan terhadap program yang sedang berjalan.

Kemurkaan Soekarno terhadap Malaysia bukan tanpa alasan !!

Malaysia muncul setelah golongan komunis yang pada awal kemerdekaan Malaya, membela kedudukan raja-raja Melayu yang didukung Inggris berhasil dilumpuhkan. Sementara disisi lain golongan komunis di Brunai, Singapura, Serawak, dan Sabah yang saat itu masih diduduki Inggris, terus melakukan perusakan terhadap pemerintah Inggris. Sementara itu, Inggris tidak sanggup untuk mempertahankan wilayah-wilayah tersebut dalam jangka waktu lama.
Di saat yang bersamaan Inggris dan Malaya memiliki perjanjian pertahanan bersama. Tujuan keselamatan, kemajuan ekonomi, dan kestabilan politik negeri-negeri inilah yang menjadi dasar rencana untuk membangun persekutuan yang lebih besar, yaitu Negara Federasi Malaysia yang melibatkan negara bagian: Brunei, Singapura, Serawak dan Sabah / Kalimantan Utara.

Mendengar keterlibatan Inggris ini, Soekarno yang anti kolonialisme dan Imperialisme mengendus ada neo-kolonialisme baru dari akal bulus Inggris, maka ia pun segera diminta membuktikan tidak setuju.

Tentara Nasional Kalimantan Utara (TNKU) melakukan pemberontakan di Brunei pada 8 Desember 1962. Mereka memproklamasikan kemerdekaan Kalimantan Utara yang terdiri dari Brunei, Serawak, dan Sabah dan juga mencoba menagkap Sultan Brunei, tetapi hal ini berhasil digagalkan.

Bertepatan dengan Konferensi solidaritas bangsa-bangsa Asia-Afrika yang di selenggarakan di Moshi, Tanganyika pada 5 Februari 1963, Indonesia menolak dengan pedas pembentukan Federasi Malaysia dan meminta dukungan mendukung gerakan Kalimantan Utara yang membahas penjajahan dan dukungan kemerdekaan. 
Pernyataan resmi tentang politik konfrontasi “Ganyang Malaysia” diumumkan pada rapat umum 11 Februari 1963, yang diumumkan pada tanggal 13 Februari.

Perundingan lebih lanjut akan berlanjut, ini sedang berlangsung antara pemimpin tiga negara, Indonesia, Malaysia yang saat itu di pimpin oleh Abdul Rahman, dan ada juga presiden Filipina, perundingan ini berlangsung di Manila pada 7 Juni 1963, negara mana sekarang tidak diketahui, asal negara -negara bagian ini dibentuk atas kemuan sendiri untuk merdeka, bukan bentukan Inggris.

Merasa masih belum menemukan titik temu, akhirnya diadakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Filipina pada 31 Juli-5 Agustus 1963. PBB memutuskan perlu hak untuk negara-negara bagian untuk mengatakan kemuannya atau disebut Penentuan Nasib Sendiri.

Belum genap PBB mengumumkan hasil Penentuan Nasib Sendiri yang dilaksanakannya, Malaysia sudah mengumumkan pada 16 September 1963 akan mengumumkan pembentukan Negara Federasi Malaysia. Mengetahui hal tesebut Soekarno marah dan memutuskan segala hubungan diplomasi dengan Malaysia karena dianggap misi PBB.

Demonstrasi besar-besaran dipertimbangkan berdirinya Federasi Malaysia terjadi di Indonesia. Kedutaan besar Inggris dan sebanyak 21 rumah stafnya berada di Jakarta dibakar habis. Mobil-mobil dibakar, perkebunan Inggris di Jawa dan Sumatra disita dan kemudian pemerintah mengumumkan penyitaan atas semua milik Inggris di Indonesia.

Kedutaan besar Malaysia pun diserang 25 September 1963 Presiden Soekarno akan mengumumkan resmi apa yang akan mengganyang Malaysia.

Usaha yang dilakukan Inggris untuk membuat Malaysia tetap menjadi anggota Dewan Keamanan PBB, membuat Presiden Soekarno geram. Disetujui pada 7 Januari 1965, Indonesia dinyatakan keluar dari PBB.

Gejolak politik di dalam negeri yang diterbitkan tahun 1965, sangat kacau dan tidak stabil, yang gagal G30S dan 'kudeta merangkak Soekarno' menjadi akhir cerita dari hubungan Indonesia-Malaysia yang dikembalikan oleh Soeharto, yang tidak anti kolonialisme.

Pada 28 Mei 1966, pihak Malaysia dan Indonesia mengumumkan penyelesaian konflik, setelah bertemu di Bangkok.

ALASAN KHUSUS GANYANG MALAYSIA:
Bangsa ini tidak terima dengan tindakan demonstrasi antiIndonesia yang 
menginjak-injak lambang negara Indonesia, Garuda.

Sebagai aksi balas dendam, Presiden Soekarno melancarkan gerakan yang terkenal dengan nama Ganyang Malaysia. 

Berikut isi pidato Sukarno yang berapi-api tersebut:

Kalau kita lapar itu biasa
Kalau kita malu itu juga biasa
Namun kalau kita lapar atau malu itu karena Malaysia, kurang ajar!

Kerahkan pasukan ke Kalimantan hajar cecunguk Malayan itu!
Pukul dan sikat jangan sampai tanah dan udara kita diinjak-injak oleh Malaysian keparat itu!

Doakan aku, aku kan berangkat ke medan juang sebagai patriot Bangsa, sebagai martir Bangsa dan sebagai peluru Bangsa yang tak mau diinjak-injak harga dirinya.

Serukan serukan keseluruh pelosok negeri bahwa kita akan bersatu untuk melawan kehinaan ini kita akan membalas perlakuan ini dan kita tunjukkan bahwa kita masih memiliki Gigi yang kuat dan kita juga masih memiliki martabat.

Yoo...ayoo... kita... Ganjang...
Ganjang... Malaysia
Ganjang... Malaysia
Bulatkan tekad
Semangat kita badja
Peluru kita banjak
Njawa kita banjak
Bila perlu satoe-satoe!

bagaimana menurut anda apakah tindakan Soekarno tepat?

                                       terimakasih

Wednesday, July 29, 2020

Peringatan Keras Soeharto kepada Soekarno Tentang Pengkhianatan PKI




Peringatan Keras Soeharto kepada Soekarno Tentang Pengkhianatan partai komunis Indonesia (PKI) Menjelang Konferensi Tingkat Tinggi APEC di tahun 1994, saya berdua saja dengan Pak Harto melakukan inspeksi persiapan acara di Istana Bogor. Kami melintasi ruangan demi ruangan dan Pak Harto Bercerita:
"Saya lewat sini bersama Bung Karno. Saya berbicara sangat dekat dengan Bung Karno untuk menyampaikan bukti keterlibatan Partai Komunis Indonesia (PKI) dalam pemberontakan bersenjata,"
Pak Harto melanjutkan bahwa saat itu ia juga membawa barang bukti berupa senjata Tjung yang berhasil dirampas dari tangan Pemuda Rakyat di Lubang Buaya, setelah RPKAD masuk ke wilayah Halim. Tjung adalah senapan yang diproduksi oleh Republik Rakyat China (RRC). Bantuan senjata jenis ini dari RRC mengemuka ketika PKI mengusulkan dipersenjatainya kaum buruh dan petani sebagai Angkatan Kelima.
"Waktu itu kan, Presiden Soekarno berkuasa sekali," kata Pak Harto. Ia kemudian berusaha meyakinkan Bung Karno bahwa ia tidak bermaksud merebut pengaruh, dan kekuasaan dari tangan Bung Karno, akan tetapi bahwa PKI-lah yang berada di balik semua itu. "Pak, ini bukti bahwa PKI mengkhianati Bapak," Pak Harto mengulang kalimatnya kepada Bung Karno. "Saya waktu itu menghadap Panglima Tertinggi, kan?" kata Pak Harto kepada saya.
Dalam hati Pontjo pun bertanya-tanya tentang alasan Pak Harto menceritakan hal itu kepada saya. Apakah beliau sedang berbagi visi dengan saya yang lebih muda. Atau karena ingatan beliau terbawa kenangan yang dibangkitkan oleh ruangan2 di istana Bogor yang disinggahi saat itu? Yang pasti peristiwa itu menambah keyakinan saya bahwa Pak Harto sudah mengingatkan Bung Karno tentang pengkhianatan yang dilakukan PKI.
Disadur dari buku "Pak Harto the untold stories" 2012, Jakarta,  PT. Gramedia pustaka utama.



Tuesday, July 28, 2020

Pertempuran Midway



Pertempuran Midway adalah Pertempuran Laut terjadi antara 4 Juni - 7 Juni 1942. Merupakan salah satu titik balik perang dunia 2 di teater pasifik. 
Armada AS yang dipimpin Laksamana Chester A Nimitz, Frank J Fletcher, dan Raymond A Spruance sementara itu di pihak armada Jepang yang dikomandani Laksamana Isoroku Yamamoto, Chuici Nagumo, dan Nobutake Kondo.
Dengan kekuatan armada AS :
3 kapal induk,25 kapal pendukung,233 pesawat kapal induk,127 pesawat dari pangkalan di darat. 
Kekuatan armada Jepang :
4 kapal induk,2 kapal tempur,15 kapal pendukung ,248 pesawat kapal induk, 16 pesawat amfibi. 
Latar belakang serangan ini 
Kegagalan invasi AL Jepang ke Port Moresby dan Tulagi dalam pertempuran Laut Koral membuktikan bahwa kekuatan laut sekutu masih kuat. Ditambah dengan serangan Doolittle atas Tokyo, menyadarkan Jepang bahwa pertahanan udara di pulau2 utama tergolong payah. 
Serangan di Midway bertujuan untuk memerangkap dan menghancurkan seluruh Armada kapal induk Amerika,menghilangkan kekuatan ofensif mereka,menjadikan batu loncatan dan transit armada Jepang ke Pearl Harbour/daratan AS. Midway memiliki lapangan terbang yg kuat dn mampu melebarkan garis pertahanan Jepang. 
Kampanye ini berlangsung selama 4 dengan hasil kemenangan telak  pihak AS. 
KERUGIAN DI PIHAK AS
1 Kapal Induk (Yorktown) Tenggelam.
1 Kapal Perusak (Hamman) Tenggelam.
145 Pesawat.
307 orang tewas.

KERUGIAN DI PIHAK JEPANG
4 Kapal Induk (Akagi, Kaga, Soryu dan Hiryu) Tenggelam.
1 Penjelajah berat (Mikuma) Tenggelam.
1 Penjelajah berat (Mogami) Rusak berat.
2 Kapal perusak (Arashio dan Asashio) rusak sedang.
1 Battleship (Haruna) rusak ringan.
1 Kapal Tanker (Akebono Maru) Rusak ringan.
1 Kapal Perusak (Tanikaze) Rusak ringan.
292 pesawat.
3057 orang tewas/terluka.
Beberapa asumsi penyebab kekalahan jepang :
1.ketajaman intelijen AS
Keberhasilan memecah sandi AL jepang JN-25 
2.taktik dan formasi armada AS VS Jepang
Formasi AS : memisahkan kapal induk dan di kawal masing2 dengan jarak sekitar 25,mil
Formasi Jepang : mengumpulkan kapal induk dalam satu armada dan memisahkan dari armada pengawal/pendukung dengan jarak ratusan mil. 
3.kesalahan taktik nagumo dan kurang nya komunikasi di tubuh AL JEPANG 
Kesalahan taktik nagumo dalam pengintaian udara yg hanya mengerahkan 7 pesawat untuk mengcover 160 derajat. Sementara pihak AS mengerahkan 22 pesawat untuk mengcover 180 derajat. Kurang nya komunikasi di tubuh AL krna sistem transmisi radio antar kapal induk tidak sama, Jenderal staf AL JEPANG memperingatkan akan kehadiran kapal induk AS. tp peringatan itu tidak semua dpat di terima perwira kapal Jepang bhkan NAGUMO sendiri tidak menerima nya.
4.dominasi udara AS
Dalam kampanye ini pesawat berperan penting, kekuatan udara AS lebih unggul dripada Jepang, bhkan bbrpa kli pesawat pembom torpedo AS bsa lolos dri kejaran interceptor Jepang
5.di luar perkiraan Jepang 
Akibat kesalahan pengintaian dn kegagalan tranmisi radio Jepang, pihak Jepang tidak menyangka akan kehadiran kapal induk AS 

Dari berbagai sumber